Sunday, May 26, 2013

English Class 27 May 2013 - Spelling

Kelas hari ini mengajak anak-anak untuk belajar membaca dengan phonic dan mengeja. di beberapa kelas sebelumnya, saya mencoba kompetisi kecil 'Spelling Bees'. Anak-anak merespon dengan sangat antusias, meski yang menonjol dapat dihitung dengan jari (satu tangan) :)

Objective: Merangsang nalar berpikir untuk mengeja dengan bahasa Inggris

Teaching method: Lagu, permainan, dan kuis

Sesi pertama - Menyanyikan lagu ABC dan me'refresh memory anak-anak dengan pengucapan huruf-huruf dalam bahasa inggris. Lagu yang biasa saya mainkan adalah Phonic Song oleh AJ. Jenkins.

Sesi kedua - Bermain adu cepat memecahkan kode 'Detective Spelling Game'. Permainan yang saya adaptasi dari beberapa permainan mengeja tahap mudah. Dengan mencari pasangan kode, sedikit banyaknya anak mengingat huruf-huruf dalam kalimat tersebut.




Sesi ketiga - Permainan mengeja dengan Hangman. Masing-masing anak diminta maju ke depan untuk memainkan kata pilihannya sendiri di papan tulis. Teman yang lain mencoba menebak kata tersebut.


Sesi ketiga - Terakhir, anak-anak diminta mengeja kata-kata sederhana dengan tepukan. Misalnya guru berkata 'APPLE' kemudian anak-anak bertepuk sambil mengucap huruf-huruf dalam kata tersebut.

Menjajal nyali di Lomba mewarnai akbar NESTLE Koko Krunch

Kunci sukses menurut beberapa motivator ada 3: skill, chance atau kesempatan, dan keberuntungan. Kadang faktor kesempatan ini yang susah didapat. Berapa banyak anak dari daerah terpencil yang luar biasa pintar namun tak dapat berhasil, karena mereka tak dapat kesempatan untuk menjajal kepintaran mereka di kompetisi lingkup yang lebih luas.

Saya ingin sekali memberikan anak-anak kurang mampu di lingkungan saya sebanyak mungkin kesempatan yang bisa saya berikan. Setidaknya mendekati kesempatan-kesempatan indah yang Allah berikan kepada kedua buah hati saya.

Alhamdulillaah, kali ini kesempatan itu datang dalam bentuk lomba menggambar dan mewarnai. Kegiatan yang diminati hampir setiap anak, terutama di kelas Fun House kami. Karena harga pendaftaran cukup mahal seharga Rp. 60.000, saya membuat kompetisi mewarnai kecil untuk memilih 3 anak untuk mengikuti lomba mewarnai tersebut. Adik saya Indrakurnia, yang bertindak sebagai juri memilih 3 anak dengan teknik pewarnaan terbaik.

Semua anak berusaha keras agar terpilih untuk ikut lomba mewarnai

Hari perlombaan jatuh pada hari Minggu tanggal 26 May 2013. Ketiga peserta terpilih dari Fun House terlihat bersemangat sekali :)

Dari kiri ke kanan: Nabila (5 SD), Rara (2 SD), Adli (5 SD)

Nabila dan Adli mengikuti lomba menggambar di kategori usia 4-6 SD. Sedangkan Rara mengikuti lomba mewarnai di kategori usia 1-3 SD. Ketika memasuki Atrium Mal Pejaten Village kami dihadapkan oleh pemandangan ratusan anak yang semuanya terlihat seperti pelukis profesional, lengkap dengan segala peralatan yang mereka bawa sendiri dari rumah. 

Saya yakin anak-anak merasa terintimidasi teramat sangat karena saya pun merasakannya. Disinilah pertama kalinya saya mendengar 'pensil kaca', yang kegunaannya untuk menebalkan garis gambar. Saya hanya berdecak kagum melihat orangtua yang datang membawa kotak crayon berisi puluhan warna crayon, kain lap untuk menjaga gambar tetap rapih, hingga sarung tangan! Sedangkan kami datang dengan meja gambar yang dipakai bergantian.

Peserta banyak sekali lho, ratusan!
Karya Adli

Karya Nabila

Kami tidak menang, tapi tidak juga pulang dengan tangan kosong. Anak-anak kami belajar banyak hal, salah satunya adalah kompetisi yang keras di dunia mereka, sekarang terutama di masa depan. Saya yakin mereka akan terus terpacu untuk menjadi lebih baik dan lebih berprestasi lagi menghadapi masa depan.

Dan saya, dengan sebisa mungkin memberi pengetahuan praktis untuk menambah kemampuan mereka, dan mencari kesempatan seluas-luasnya untuk meningkatkan semangat juang mereka.

Menghibur hati dengan pizza!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...